Seperti UMR di berbagai daerah lain, UMR Banten juga diharapkan mengalami peningkatan. Banten sendiri merupakan salah satu provinsi yang masih sangat muda di Pulau Jawa. Provinsi ini adalah pemekaran Jawa Barat yang terjadi pada 2000.
Meskipun masih terhitung muda, perkembangan provinsi ini termasuk sangat cepat. Saat ini, Banten terdiri dari 4 kabupaten dan 4 kota. Ada sekitar 155 kecamatan dengan sekitar 313 kelurahan dan 1.238 daerah pedesaan di provinsi ini.
Kondisi Perekonomian Provinsi Banten
Pandemi COVID-19 yang memasuki tanah Indonesia sempat menyebabkan kontraksi di Banten dan berbagai provinsi lainnya. Tapi pemerintah provinsi Banten masih sangat optimis dalam memulihkan perekonomian nasional.
Berdasarkan informasi dari BPS Provinsi Banten, kondisi ekonomi di provinsi tersebut mengalami kenaikan dengan cukup pesat, berkat dukungan dari relasi investasi. Kemajuan perekonomian ini ditunjang oleh perkembangan industri kreatif.
Adanya perkembangan di sektor pertanian dan sektor pariwisata juga membantu memajukan perekonomian provinsi Banten.
Baca juga:Gaji UMR Jakarta 2022 Naik? Inilah Beberapa Hal yang Perlu Diketahui!
Peningkatan UMR Banten yang Cukup Nyata
Pemerintah provinsi Banten memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi sebesar kurang lebih Rp 40.000 dari tahun 2021. Jika pada tahun 2021 UMP provinsi Banten hanya sekitar Rp 2.460.999,54, maka tahun ini menjadi Rp 2.501.203,11.
Selama kurang lebih 5 tahun, kenaikan UMP provinsi Banten cukup besar, mencapai sekitar Rp 500.000. Pada tahun 2018, UMP Banten masih sekitar Rp 2.099.385 sedangkan saat ini sudah mencapai angka 2,5 juta Rupiah.
Peningkatan yang cukup bagus ini memperlihatkan bahwa Banten merupakan provinsi baru yang sangat berkembang. Perkembangannya terus berlanjut meskipun terkendala pandemi Covid-19.
Upah Minimum Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten
Selain mengetahui tentang Upah Minimum Provinsi, cari tahu UMK atau Upah Minimum Kota atau Kabupaten yang ada di wilayah provinsi Banten. Dengan begitu, saat Anda mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih bagus, Anda akan tahu daerah mana saja yang menawarkan upah yang lebih baik.
Seperti disebutkan sebelumnya, Banten mempunyai 4 kota besar dengan upah minimum yang cukup besar serta 4 kabupaten dengan upah minimum yang bervariasi. Sejauh ini, Kabupaten Lebak mempunyai upah minimum terendah, yaitu kurang dari Rp 2,8 juta.
Meskipun merupakan UMK terendah di Banten, UMK Kabupaten Lebak sudah mengalami peningkatan sejak tahun lalu. Daftar lengkap upah minimum di 8 wilayah tersebut bisa Anda temukan di bawah ini.
Kota dan Kabupaten Upah Minimum 2022 Peningkatan dari Tahun Sebelumnya Provinsi Banten Rp 2.501.203,11 Naik ±1,63% Kota Tangerang Selatan Rp 4.280.214,51 Naik ±1,17% Kota Tangerang Rp 4.285.798,90 Naik ±0,56% Kota Serang Rp 3.850.526,18 Naik ±0,52% Kota Cilegon Rp 4.430.254,18 Naik ±0,71% Kabupaten Tangerang Rp 4.230.792,65 Tidak mengalami kenaikan Kabupaten Serang Rp 4.125.186,86 Tidak mengalami kenaikan Kabupaten Pandeglang Rp 2.800.292,64 Tidak mengalami kenaikan Kabupaten Lebak Rp 2.773.590,40 Naik ±0,81%
Penetapan UMR yang dilakukan oleh pemerintah melibatkan banyak pertimbangan. Salah satunya adalah memastikan bahwa upah yang akan diterima oleh karyawan tidak akan merosot hingga lebih rendah dibandingkan dengan garis kebutuhan hidup minimum di suatu daerah.
Kisaran upah yang akan Anda peroleh dari perusahaan akan berbeda-beda, tergantung di kota atau kabupaten mana Anda berada. Pahami UMR setiap daerah sebelum melamar pekerjaan. Bandingkan dengan upah yang ditawarkan oleh perusahaan saat interview atau wawancara.
UMR Banten serta upah minimum beberapa kota dan kabupaten di dalam provinsi tersebut telah mengalami peningkatan pada tahun 2022, menunjukkan kemajuan perekonomian provinsi tersebut.